Saya benci ‘dia’.
Itulah hal yang paling saya pikirkan saat ini.
Saya benci ‘dia’.
Walaupun sering bersamanya, tapi tetap saja saya sering mengamatinya dari jauh.
Saya benci ‘dia’.
Mungkin dia tak sadar kalau saya selalu memperhatikannya. Tapi entah kenapa saya juga tidak ingin bila ‘dia’ menyadari kalau saya sering memperhatikan’nya’.
Saya benci ‘dia’.
Bila sekali kami bertemu pandang, saya segera melihat ke arah lain, dan ‘dia’ pun sibuk dengan kerjaan’nya’ sendiri. Apa saya bilang, ‘dia’ tidak pernah benar-benar tau saya ada di dekat’nya’.
Saya benci ‘dia’.
Melihat’nya’ selalu lebih tinggi dari saya, mengalahkan saya. Membuat saya merasa begitu jauh dari’nya’. Bahkan menyentuh pun tak sampai.
Saya benci ‘dia’.
Karena ‘dia’ membuat saya tertawa. Karena ‘dia’ membuat saya merasa nyaman berada di dekat’nya’. Karena ‘dia’ disukai banyak orang. Sementara, saya sendiri tidak bisa melakukannya. Aneh sekali bukan?
Saya sangat benci ‘dia’.
Kalau diibaratkan, ‘dia’ adalah setangkai mawar yang indah, sementara saya hanyalah sebuah rumput liar dipinggir jalan, yang hanya pantas untuk diinjak. Tak pantas untuk dikagumi dan dibanggakan seperti’nya’.
Oh-Saya-Benar-Benar-Benci-’Dia’.
Saya sering menggambar boneka voodo dan menulis nama’nya’. Saya menggambar’nya’ dalam wujud tak karuan. Saya menulis nama’nya’ dan menusuknya dengan benda apapun yang saya temukan. Tak jarang saya membakar kertas bertuliskan nama’nya’ itu.
Tapi saat saya bersenang senang bersama’nya’, saya sering berpikir, “Apa yang membuat saya membenci’nya’? Kenapa saya membenci’nya’? Dan, kenapa tiba tiba saya kehilangan semua alasan itu??”.
Saya membenci ‘dia’ yang berada diluar jangkauan saya, tak teraih dan tersentuh oleh saya. Dan seharusnya, saya membenci diri saya sendiri karena tidak berusaha meraih’nya’, bukannya membenci’nya’.
Saya membuat boneka voodo, menusuk -bahkan membakar- namanya, menggambarnya dengan hancur, bahkan saya juga pernah, atau lebih tepatnya ’sering’ menulis namanya di Death Note replika saya. Bukankah itu menunjukkan saya sangat peduli dan memberi’nya’ perhatian??
‘Dia’ adalah orang yang SANGAT saya sayangi di dunia ini..
~oOo~
HOAH!! Lega juga setelah gw curhat kayak gini.. Buat yang bersangkutan, jangan marah yaa… Bersikap seperti biasa aja.. En jangan nanya kenapa bisa kayak gini, soalnya gw juga ga tau kenapa..