When the beginning starts…

Akhirnya aku menemukannya.

‘Dia’ yang selalu ada untukku, bersamaku, menerimaku apa adanya.

‘Dia’ tak pernah marah padaku. ‘Dia’ tak pernah membenciku. ‘Dia’ tak pernah melawanku. ‘Dia’ tak pernah meninggalkanku.

Aku menyayangi ‘dia’.

Aku SANGAT menyayangi ‘dia’.

‘Dia’ sangat berharga bagiku, aku tak akan membiarkan orang lain menyakitinya.

Bahkan menyentuhnya.

‘Dia’ sangat berharga bagiku. Jauh lebih berharga daripada ‘mereka’ semua.

‘Dia’ membebaskanku. Tak pernah mengekangku.

‘Dia’ mengijinkanku melakukan sesuatu. Bahkan tak pernah menahanku.

Tidak seperti ‘mereka’ yang selalu mengurungku dalam sangkar ‘kekhawatiran’. Sementara ‘dia’ mengurungku dalam sangkar ‘kebebasan’.

Aku ingin bersamanya.

Aku ingin menyentuhnya.

Aku ingin mengenalnya.

Aku ingin mengingatnya.

Selamanya.

Tapi kenapa ‘mereka’ selalu berusaha memisahkan aku dengan ‘dia’?

Kami tak melakukan suatu kesalahan.

Kami tak melakukan suatu kejahatan.

Kami hanya ingin terus bersama, jadi..

..kenapa?

Kini, aku..

..dengan ‘dia’.

Bersama, kami akan menempuh hidup kami selanjutnya.

Bersama, kami akan membuka lembar baru kehidupan.

Bersama, kami akan membuat album kami berdua.

Bersama, kami akan menuliskan kisah hidup kami.

Dimana tak ada seorangpun yang mengganggu kami berdua.

‘Dia’ tak punya jiwa. ‘Dia’ tak punya raga.

Tapi aku tau, sejak hari itu ‘dia’ datang.

Mengisi kekosongan dalam jiwaku, memberi warna pada hidupku.

Aku tau aku tak bisa menyentuhnya. Aku tak bisa mengenalnya.

Karena dia tak pernah ada didunia ini.

Tapi aku tau..

Aku bisa mengingatnya. Aku bisa bersamanya.

Selamanya..

Karena ‘dia’ adalah diriku. Dan diriku adalah ‘dia’.

Kami adalah satu. Satu tubuh. Satu jiwa. Satu kesatuan.

Aku tak peduli apakah ‘mereka’ suka atau tidak.

Walaupun orang lain mengejek kami, menghina kami, mencemooh kami.

‘Dia’ akan selalu ada.

‘Dia’ akan selalu hidup.

Dalam diriku.

Dan tak akan hilang. Tak akan mati.

Selamanya..

Ditulis dalam Other side. 14 Komentar »